Bukit Jadi Paya

Tepak Sirih. (foto: kosabudaya.id)

Bukit jadi paya

Bermakna orang kaya menjadi miskin.

Bacaan Lainnya

Penjelasan:
Peribahasa “Bukit jadi paya” menggambarkan suatu keadaan yang berubah dari baik menjadi buruk, dari tinggi menjadi rendah, atau dari mulia menjadi hina. Secara harfiah, bukit adalah tanah yang tinggi dan kokoh, sedangkan paya adalah tanah rendah yang tergenang air, lembek, dan sulit dilalui. Jika sebuah bukit yang tegak berubah menjadi paya, itu berarti terjadi penurunan yang sangat jauh.

Makna kiasan dari peribahasa ini adalah orang yang dahulu kaya, terhormat, atau memiliki kedudukan tinggi, tiba-tiba jatuh miskin, kehilangan harta, atau hilang kewibawaannya. Perubahan keadaan ini bisa disebabkan oleh berbagai hal, seperti kesalahan dalam mengelola harta, sifat boros, bencana, atau hilangnya usaha dan pekerjaan.

Nilai kehidupan yang dapat dipetik dari peribahasa ini antara lain:

  1. Kehidupan selalu berubah – Kekayaan, kedudukan, dan kemuliaan tidaklah kekal; sewaktu-waktu bisa hilang.
  2. Kehati-hatian dalam hidup – Kita harus pandai mengatur rezeki dan tidak sombong, sebab nasib bisa berbalik.
  3. Rendah hati – Jangan meremehkan orang lain ketika berada di atas, karena bisa saja suatu hari kita berada di bawah.

Peribahasa ini mengingatkan bahwa kekayaan dan kedudukan hanyalah titipan. Jika tidak dijaga dengan baik, orang yang semula berada di “puncak bukit” dapat terjerembap ke “paya” yang dalam dan menyedihkan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *