Kepala

"Kepala" Oleh: Kalam Enau (Ilustrasi: guruku.kosabudaya.id)

Tiba-tiba terdengar ketukan di pintu pagar.

“Pak Kodri!”

Bacaan Lainnya

Suara itu asing, berat, dan terdengar seperti dari rongga kaleng. Pak Kodri bangkit pelan, lalu membuka pagar. Di sana berdiri seorang lelaki dengan jubah panjang dan topi kerucut yang menutupi wajahnya.

“Saya bawa kabar tentang kepala Bapak,” katanya.

“Kepalaku? Di mana?”

“Bukan hanya kepala Bapak. Tapi kepala-kepala lainnya juga. Mereka sedang dikumpulkan.”

“Dikumpulkan? Untuk apa?”

“Untuk Konferensi.”

“Konferensi?”

“Iya, Konferensi Kepala Tanpa Badan. Akan dibahas masa depan kampung ini.”

Pak Kodri terdiam. Matanya yang tak ada berkedip.

“Bapak dipilih mewakili tubuh-tubuh yang kehilangan kepala. Karena Bapak paling tenang.”

Lelaki itu menyerahkan undangan kecil bertinta emas.

“Konferensi Kepala Nasional, Hari Kamis Wage, di Lapangan Tengah Tanpa Atap.”

Pak Kodri menatap langit.

“Apa aku masih punya otak untuk itu?” tanyanya.

“Tenang, Pak. Konferensi ini tak butuh otak,” dengus lelaki itu.

Dan malam itu, Pak Kodri melangkah pelan. Tanpa kepala. Dengan dada terbuka. Ia menuju konferensi yang tak satu pun kepala bisa menjelaskan logikanya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *