A. Pengertian
Pantun Tepuk Tepung Tawar adalah bentuk sastra lisan tradisional Melayu berupa pantun yang dibawakan dalam upacara Tepuk Tepung Tawar, yaitu upacara yang bertujuan memohon berkah, keselamatan, dan kesejahteraan kepada Allah SWT bagi seseorang atau kelompok yang menjalani peristiwa penting dalam hidupnya.
Pantun ini merupakan sarana pengiring doa dan nasihat yang disampaikan oleh tokoh adat atau orang tua kepada penerima tepung tawar—baik itu pengantin, anak yang baru disunat, bayi dalam upacara turun mandi, maupun tokoh yang sedang ditabalkan (dilantik) menjadi pemimpin adat atau sultan.
Dalam masyarakat Melayu, tepung tawar bermakna “menyejukkan hati dan menyucikan diri”. Tepung tawar tidak hanya sekadar prosesi adat, tetapi juga simbol doa restu, penghormatan, dan harapan agar seseorang memperoleh rahmat, keselamatan, dan keberkahan hidup.
Pantun yang dibacakan pada upacara ini berfungsi untuk:
- Menyampaikan doa kepada Allah SWT agar penerima tepung tawar terhindar dari bala dan bencana.
- Memberi nasihat moral dan etika sesuai nilai-nilai adat Melayu, seperti kesopanan, tanggung jawab, dan kesetiaan.
- Meneguhkan makna sosial dan spiritual dari setiap upacara adat yang dijalankan.
- Menumbuhkan suasana khidmat dan sakral, karena pantun diucapkan dengan intonasi lembut, berirama, dan penuh penghayatan.
B. Struktur dan Penyajian Pantun
Pantun tepuk tepung tawar pada umumnya memiliki bentuk pantun empat baris bersajak a-b-a-b, sesuai dengan kaidah pantun. Dua baris pertama merupakan sampiran (gambaran suasana atau perumpamaan), sedangkan dua baris terakhir adalah isi (pesan, doa, atau nasihat).
Pantun ini dibacakan oleh tukang tepuk atau tokoh adat, diselingi dengan gerakan simbolik menepuk campuran tepung tawar (beras, air mawar, daun setawar, daun sedingin, dan bunga rampai) ke tangan, kepala, atau bahu orang yang ditepungtawari.
Biasanya pantun disampaikan dengan suara lembut, kadang disertai iringan alat musik tradisional seperti gendang kecil atau rebana.
C. Contoh Pantun Tepuk Tepung Tawar
Berikut beberapa contoh pantun yang sering digunakan dalam upacara adat:
Beduk di tabuh menjelang azan
Sanak keluarga membaca AI-Qur’an
Tepuk tepung tawar nak dimulakan
Pada Mak Andam agar dipersiapkan
Lempuk Durian darilah Bantan
Di campur dengan santan dan ketan
Tepuk tepung tawar nak dimulakan
Tuan dan puan kami persilakan





