Konsep Pembuka Upacara Cecah Inai

Berinai. Mak Andam memasangkan inai pada pengantin Melayu. Foto: budayamelayuriau.org

Sekarang waktupunlah sampai
Raja sehari telah bertahta di singgasananya
Yang diundang telah Datang
Yang dijemputlah terbawa
Yang ditunggupunlah Hadir
Yang duduk sudah bersanding lutut
Yang tegak sudah bersanding bahu
Eloklah kalau helat ini kite mulekan.

Encik-encik, tuan-tuan dan puan-puan jemputan jemputan majelis yang mulia.
Adat Melayu disebut orang
Dari dahulu sudah terbilang
Adat di isi lembaga di tuang
Sampai bilapun tak kan hilang

Bacaan Lainnya

Parit Sentosa Negeri Ibadah
Tempat Orang duduk mengaji
Supaya Helat menjadi berkah
Kite awali dengan lantunan Surah Al-Barzanji

Kepada Encik…………………………………..Kami Jemput kami Silakan

Kotabaru bersimpang empat
Di sana tempat orang berniaga
Di mana melayu banyak bertempat
Di sana adat budayanya terjaga

Sungai Reteh Sungai Berkelok
Tempat Orang Menjala Ikan
Supaya Helat bertambah Elok
Sekapur sirih dari tuan rumah kita dengarkan

Kepada Encik…………………………………….Kami Jemput Kami Silakan

Apa tanda kayu sialang
Lebah bersarang di celah dahan
Apa tanda melayu terbilang
Orangnya penyayang lagipun sopan

Burung berebah mencari makan
Hinggap di cabang pokok rambutan
Sekapur sirih dari tuan rumah telah kitaa dengarkan
Serah terima adat mari kita laksanakan.

KEPADA NAMA-NAMA YANG KAMI SEBUTKAN KAMI SILEKAN MENGAMBIL TEMPAT DI DEPAN PELAMINAN

Inilah budaya melayu reteh
Dijaga semenjak zaman tuk patih
Tiada siapa dapat mengalih
Karena ia nya memang tak boleh

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *