Cerita Rakyat Petuah Pak Garam

Petuah Pak Garam. (Ilustrasi: guruku.kosabudaya.id)

Mendengar cerita yang disampaikan Bujang Selamt, Raja memerintahkan kepada prajuritnya untuk meminta batu tersebut kepada Pak Garam sebab Raja mengetahui keguanan batu itu. “Bilang kepada Pak Garam, kalau mau duit atau harta benda kerajaan akan memberikannya. Tetapi kalau Pak Garam menolak dan tidak mau memberikannya maka lehernya akan dipotong atau dibunuh,” titah Raja kepada pesuruhnya.

Berangkatlah utusan kerajaan menuju rumah Pak Garam dan menuturkan perintah Raja. Semula Pak Garam ragu, tapi mau tidak mau akhirnya Pak Garam terpaksa mengeluarkan batu tersebut dan menyerahkannya kepada utusan kerajaan. Sebagai imbalannya Pak Garam diberikan kekayaan, rumah, pakaian dan sebagainya.

Bacaan Lainnya

Dengan kejadian demikian, barulah terjawab oleh Pak Garam tentang yang dipikirkannya selama ini mengenai manfaat dan guna batu tersebut.

Dari kejadian itu Pak Garam membuat petuah, yang kemudian oleh masyarakat Sakai dikenal dengan Petuah Pak Garam yang berisi:

Pertama, rahasia jangan dibuka sebelum berjuntai di pintu kubur atau pecah tiang panjang (tiang yang sampai ke lantai) sebagai sindiran dari “perut”.

Kedua, harapan orang jangan diputuskan dan, ketiga, orang besar jangan dibohongi, artinya orang kaya bisa membuktikan pembicaraannya dengan sekejab pula.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *