Cerita Rakyat Si Umbut Muda

Si Umbut Muda. (Ilustrasi: guruku.kosabudaya.id)

Si Umbut Muda pun tergulung angin puting beliung itu. Ia terpelanting ke dalam sungai lalu terbenam.

“Maaak…” suaranya semakin sayup, dan mati lemas terikat tarikan lumpur, sementara ibunya terangkat ke tebing sungai, tertegun beristigfar.

Bacaan Lainnya

“Astagfirullahil’aziiim… kenapa Nak,” ucap emak Umbut Muda melihat ke dalam air sungai sambil menangis. Ia telah kehilangan putrinya yang disayanginya sekaligus menyakitkan hatinya.

***

Pada bulan-bulan tertentu, hingga sekarang. Selalu kelihatan akar-akaran dalam Sungai Siak dipermainkan arus. Akar-akar itu bergerak-gerak seakan-akan rambut terurai panjang menggelitik-gelitik. Suatu pemandangan dipercayai penduduk sebagai rambut Umbut Muda muncul di situ, untuk dijadikan peringatan tentang anak durhaka.

Adakalanya juga angin puting beliung menggulung-gulung di situ. Menurut kepercayaan masyarakat setempat, hal ini bisa saja terjadi sewaktu-waktu, bila ada pelanggaran adat serta syarak, di lingkungan Siak Sri Indrapura negeri beradat.***

Rumber:
Derichard H. Putra, dkk. 2007. Cerita Rakyat Riau. Pekanbaru: Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Riau

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *