1. Berhidang Harian
Makan berhidang harian disebut juga makan berhidang dalam keluarga. Makan berhidang ini dilaksanakan saat makan harian misalnya makan siang atau makan malam, menyambut tamu, ataupun pada hari-hari besar Islam seperti Idul Fitri dan Idul Adha. Makan berhidang harian diikuti oleh keluarga inti ataupun keluarga besar.
2. Penyajian Makanan
Penyajian makan berhidang dimulai dengan menyiapkan makanan yang dilakukan oleh kaum perempuan, dan yang menghidangkan dilakukan oleh kaum laki-laki. Makanan diletakan di dalam peralatan makan, kemudian disusun di atas dulang. Saat makan berhidang harian, makanan dikeluarkan dari dulang dan diletakan dihadapan anggota keluarga.
Saat menghidangkan makanan, hidangan pertama adalah air minum yang telah dituangkan ke dalam gelas, kemudian secara berurutan diikut nasi puti, piring makan, lauk-lauk termasuk sayur dan lalap, kemudian ditutup dengan air basuh tangan. Penyajian air putih terlebih dahulu dimaksudkan sebagai penghilang haus. Diikuti penyajian nasi putih sebagai simbol keberkahan dan rezeki.
3. Menyantap Makanan
Dalam hidangan harian, menyantap hidangan dimulai dari yang tua, kemudian diikuti oleh yang lebih muda. Pada upacara adat, hidangan disantap setelah dipersilahkan oleh penghulu atau tengganai rumah.
Sebelum memulai menyantap hidangan, tangan harus dibasuh terlebih dahulu di mangkuk basuh tangan. Penyendukan makanan ke piring makan dimulai dari nasi, lauk-pauk, sambal, dan sayuran. Saat penyendukan tidak dibenarkan berbunyi antara senduk dan mangkuk. Penyendukan harus dimulai dari pinggir makanan, dan tidak dibenarkan mengambil dari tengah atau menuangkan langsung ke piring makan.
Pada saat menyantap makanan, piring nasi tetap dibiarkan di lantai, dan tidak dibenarkan diangkat. Pada saat minum, jika makan menggunakan tangan, maka gelas minum diangkat menggunakan tangan kiri, namun jika menggunakan sudu, minuman gelas tetap menggunakan tangan kanan.
C. Menu Makanan Harian
Sejak masa lalu, makanan harian orang Melayu terdiri dari berbagai menu yang bervariasi. Keberagaman variasi makanan menggambarkan bahwa makanan harian tersebut telah memenuhi gizi seimbang yang diperlukan tubuh.
Selain bergizi, setiap makanan juga memenuhi syarat wajib makanan yaitu halal dan baik. Halal adalah sesuai dengan syariat Islam yang mencakup cara mendapatkan makanan dan proses pengolahan makanan.
Pada umumnya, menu makanan harian Melayu Riau terdiri atas nasi, lauk utama, lauk pendamping, sayur-mayur, dan sambal. Menu tersebut kadang juga disertai dengan ulam.
1. Nasi
Makanan pokok orang Melayu Riau adalah nasi. Nasi dihasilkan dari menanak beras. Beras didapat dari padi, dan padi dihasilkan dari ladang padi. Pada masa lalu, beras yang ditanak adalah beras merah. Beras ini didapat dari hasil mengolah beras dengan cara menumbuk menggunakan lesung. Beras merah mengandung gizi lebih tinggi dari beras putih.
2. Lauk Utama
Lauk utama disediakan sebagai menu wajib pendamping nasi. Lauk utama dapat berupa gulai atau kari, goreng, rendang, dan pindang.
a) Gulai
Gulai dibuat dari santan kelapa atau asam pedas. Bahan yang digulai adalah ayam, ikan, jering, daun ubi, pakis, dan lainnya. Gulai memerlukan bumbu-bumbu seperti cabai, kunyit, bawang, jahe, dan serai.
Gulai dapat dimakan bersama-sama nasi, nasi kunyit, roti canai, roti kirai (roti jale) dan putu mayang. Gulai juga sering disebut dengan kari.





