A. Pengertian
Permainan tradisional adalah permainan yang dimainkan secara turun-temurun dalam suatu kelompok masyarakat. Permainan ini berpegang pada norma, adat, dan kebiasaan yang diwariskan dari generasi ke generasi secara lisan. Permainan tradisional muncul sebagai bentuk reaksi terhadap lingkungan, budaya, atau sebagai ungkapan kegembiraan masyarakat.
Biasanya, permainan tradisional dilakukan melalui gerakan fisik, nyanyian, dialog, tebak-tebakan, atau adu ketangkasan seperti berhitung dan menjawab pertanyaan. Cara bermainnya sederhana dan spontan, misalnya dengan berlari, melompat, kejar-kejaran, atau sembunyi-sembunyian. Ada juga permainan yang melatih ketepatan berhitung dan kelincahan tangan, seperti melempar batu atau benda ke sasaran tertentu.
Permainan tradisional umumnya dimainkan oleh anak-anak, baik laki-laki maupun perempuan. Namun, ada juga permainan yang dimainkan oleh orang dewasa, terutama laki-laki. Jumlah pemain biasanya antara 2 sampai 15 orang dengan usia sekitar 5 sampai 18 tahun. Beberapa permainan hanya dimainkan oleh anak laki-laki atau perempuan saja, tetapi ada juga permainan yang bisa dimainkan bersama, seperti galah panjang, patok lele, kasti, catur Melayu, dan ya oma ya oma.
Permainan tradisional dilakukan untuk mengisi waktu luang. Berdasarkan waktu pelaksanaannya, permainan tradisional dibagi menjadi tiga jenis, yaitu:
- Permainan harian, yaitu permainan ringan yang dilakukan hampir setiap hari dan tidak memerlukan alat khusus.
- Permainan mingguan, biasanya dilakukan pada hari pekan (pasar) saat banyak teman sebaya berkumpul.
- Permainan musiman, dilakukan pada waktu-waktu tertentu, seperti musim menanam padi, musim panen, atau musim hujan.
Berdasarkan tujuannya, permainan tradisional dibagi menjadi dua jenis:
- Permainan untuk bermain (play) – bertujuan untuk bersenang-senang dan mengisi waktu senggang.
- Permainan untuk bertanding (game) – dilakukan dalam bentuk perlombaan atau pertandingan.
Dalam permainan, setiap pemain bisa mendapatkan peran tertentu. Penentuan peran biasanya dilakukan dengan cara sut (suten), yaitu mengadu jari tangan untuk menentukan siapa yang menang. Ada beberapa jenis sut, antara lain:
- Suten Gajah, di mana:
- jari telunjuk melambangkan manusia
- jari kelingking melambangkan semut, dan
- ibu jari melambangkan gajah.
Aturannya: manusia kalah oleh gajah, gajah kalah oleh semut, dan semut kalah oleh manusia.
- Suten Daun, di mana:
- tangan terbuka melambangkan daun,
- tangan tergenggam melambangkan batu, dan
- jari telunjuk melambangkan duri atau lidi.
Aturannya: daun kalah oleh duri, duri kalah oleh batu, dan batu kalah oleh daun.
B. Jenis-jenis Permainan Tradisional
Berdasarkan peralatan permainan, permainan tradisional Melayu Riau dapat dikelompokan menjadi dua jenis yaitu:
1. Permainan Tradisional tanpa Peralatan
2. Permainan Tradisional dengan Peralatan
Berdasarkan permainan, permainan tradisional Melayu Riau dapat juga dikelompokan menjadi dua jenis yaitu:
1. Permainan Tradisional Perorangan
2. Permainan Tradisional Berkelompok
Berdasarkan nyanyian, permainan tradisional Melayu Riau dapat juga dikelompokan menjadi dua jenis yaitu:
1. Permainan Tradisional dengan Nyanyian
2. Permainan Tradisional tanpa Nyanyian
C. Contoh Permainan Tradisional Melayu Riau
1. Tam-Tam Buku
Permainan tam-tam buku dikenal juga dengan permainan putri-putrian. Permainan ini dimainkan dengan cara dua orang pemain berdiri saling berhadapan dan memposisikan kedua tangan masing-masing saling menggenggam dengan jari-jari sehingga membentuk seperti gerbang. Pemain lain berderet berjalan sambil memegang bahu, punggung, atau pinggang pemain di depannya, lalu menyanyikan lagu Tam Tam Buku.
tam tam buku
seleret tiang batu
patah dinding patah paku
anak belakang tangkap satu
Pada saat melewati gerbang, pemain terakhir yang berjalan ditangkap oleh yang menjadi pintu gerbang bertepatan dengan akhir lagu. Kepada anak yang tertangkap diajukan pertanyaan “Ikut bulan apa Ikut bintang?”






Bukunya sangat bagus