Cerita Rakyat Putri Pinang Masak

Putri Pinang Masak. (Ilustrasi: guruku.kosabudaya.id)

Dan, seperti biasa Raja pun menerima khabar baik, Roger berhasil mengalahkan musuh-musuhnya di medan perang.

Pada suatu hari selepas Dubalang Roger berperang dan memperoleh hasil yang gemilang, beliau disambut segenap rakyat kerajaan Jambi sebagaimana layaknya seorang pahlawan besar. Rupanya pada hari itu Raja Telni Telanai memberi penghargaan dengan membe­rikan gelar “Datuk” dan mengukuhkan “Dubalang Utama” yang merupakan gelar kehormatan di kerajaan itu. Maka lengkaplah gelar Roger yang perkasa dari Indragiri itu, yaitu Datuk Dubalang Utama Roger. Semua pembesar di kerajaan itu memberikan ucapan selamat tidak terkecuali juga tuan putri Raja Telni Telanai yang cantik jelita.

Bacaan Lainnya

Peperangan demi peperangan sudah dilakukan oleh Datuk Dubalang Utama Roger. Dan, semua pertempuran dimenangkannya dengan gagah perkasa. Orang-orang di lingkungan istana pun bertanya-tanya, apa gerangan Roger berperang dengan sakti?

Tidak ada yang tahu. Namun, sudah sekian lama, akhirnya ada sebagian dubalang-dubalang lain yang mengetahui rahasianya. Rupanya selendang dari Putri Pinang Masak dan tiga buah keris pusaka kerajaan Indragiri itulah yang menambah semua itu.

Datuk Roger pun mempunyai ilmu yang bisa mengubah-ubah wajah di medan tempur. Dengan ilmunya itu dia berhasil membunuh banyak tentara musuh. Belanda dan para perompak selalu pula kalah siasat dan strategi. Datuk Roger menyerang seperti hantu yang tidak mengenal waktu dan tempat. Datang dan pergi dari arah mana saja.

Pada suatu kali Belanda sampai juga di gerbang istana, yang ada waktu itu pasukan jaga dipimpin Raja Dewa Sikaraba adik Raja Telni Telanai. Mereka kewalahan, pihak kerajaan Jambi terdesak. Dan entah dari mana pula muncul Datuk Roger menyerang membabi-buta membantu pasukan Raja Telni Telanai. Dan tak lama kemudian serangan Belanda ke kerajaan Jambi berhasil dilumpuhkan dan Raja beserta adiknya berhasil diselamatkan oleh dubalang sakti dari Indragiri itu.

Karena mengalami banyak kekalahan, akhirnya Belanda melakukan berbagai tipu muslihat. Belanda mula-mula mengajak berdamai, kemudian beberapa orang kaki tangan Belanda disusupkan ke istana. Mencari informasi apa sebabnya Datuk Roger tidak bisa dikalahkan.

Waktu berlalu, Raja Telni Telanai pun sakit lalu menyerahkan sepenuhnya kekuasaan kepada Raja Dewa Sikaraba. Kompeni Belanda pun semakin waktu semakin leluasa menekan raja muda yang baru diangkat ini. Ia terus didesak oleh hulubalangnya agar mau berdamai dengan penjajahan Belanda.

Akhirnya Raja Dewa Sikaraba berdamai, tetapi Belanda tidak menepati janjinya berdamai sepenuhnya. Datuk Roger yang telah mempermalukan Kompeni Belanda pun ditangkap. Tangan Datuk Roger diikat. Hulubalang yang berkhianat di kerajaan itu juga ikut serta mengantarkan Datuk Roger. Sewaktu akan menaiki kapal, pada anak tangga pertama, dengan seizin penguasa alam, sekonyong-konyong Datuk Roger hilang secara ghaib. Hilang tak terbekas.

Sementara itu, Raja Dewa Sikaraba menugas­kan semua pasukan untuk bersiap-siap menjaga segala kemungkinan. Belanda kemudian memang meng­gangu kedaulatan kerajaan Jambi. Raja Dewa Sikaraba mulai menyadari,  bahwa kerajaannya mulai terancam.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *